Karir

5 Penyebab Konflik di Tempat Kerja!

Konflik di tempat kerja bukanlah hal yang baru dan aneh, mulai dari konflik dengan rekan kerja, konflik anatr team sampai dengan konflik yang paling terparah adalah konflik dengan atasan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya konflik di lingkungan kerja.

Jika konflik di lingkungan kerja terus berlarut dan tidak terselesaikan tentunya akan mengganggu produktivitas kerja. berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan konflik di lingkungan kerja, yuk disimak!

1. Masalah Pribadi

Setiap orang pastinya memiliki masalah pribadi, tapi tergantung orang itu menyikapinya. Jika karyawan membawa masalah pribadi ke kantor tentu saja itu menandakan bahwa tidak bisa mengontrol dirinya. Membawa masalah pribadi ke lingkungan kerja tentunya akan menganggu proses bekerja dan meyebabkan orang lain berpikir kamu malas, kamu akan tidak disukai bayak orang.

2. Komunikasi Buruk

Buruknya komunikasi dengan rekan kerja, anatar team, ataupun dengan atasan akan menyebabkan konflik di lingkungan kerja. Untuk mencegah konflik yang berkepanjangan cobalah untuk bermusyawarah dalam mengambil keputusan, sehingga tidak akan kesalah pahaman yang menyebabkan konflik.

3. Perbedaan Kebudayaan

Kantor tempatmu bekerja pasti diisi dengan karyawan dengan latar belakang yang berbeda, ada yang dari Sumatra, Papua, Jakarta, sampai dari luar Negeri. Masing-masing memiliki perbedaan gaya kerja, cara bicara, atau kebiasan lainnya, itulah yang membuat terjadinya konflik. Ada orang yang dedngan senang hati menerima kebudayaan orang lain dan ada yang tidak.

4. Kompetisi

Kompetisi menjadi faktor konflik di lingkungan kerja selanjutanya, sudah seharusnya memang karyawan berlomba-lomba untuk mencapai target dan menjadi karyawan teladan. Namun kompetisi yang tidak sehatlah yang membuat konflik di lingkungan kerja itu terjadi. Banyaknya karyawan di sebuah kantor yang memiliki latar belakang seperti misalnya datang dari loker Medan, Medan loker, loker solo dan lain-lain yang mebuat kompetisi semakin berat.

5. Situasi Panik

Setiap pekerjaan tentu saja memiliki deadline, jika sudah mendekati deadline teammu akan merasa panik. Dalam situasi panik tentu saja seseorang bisa melakukan tindakan tanpa berpikir Panjang, seperti membentak, dan mementingkan diri sendiri. Itulah yang membuat asumsi orang tidak baik dan menyebabkan konflik.

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan konflik di lingkungan kerja. untuk kamu yang belum merasakan berada di lingkungan kerja, kamu bisa mencarinya info kerja terbaru di portal lowongan kerja.

Advertisements
Fashion

Kegunaan Kulit Sapi Untuk Fashion

Kamu merupakan penggiat fashion yang suka mengoleksi bahan-bahan berbahan kulit? Pilihan jenis kulit untuk dijadikan bahan fashion juga beragam mulai dari kulit ular hingga kulit sapi. Penampilan kamu juga akan terlihat lebih ‘wah’ jika kamu ada menggunakan ornamen kulit dalam outfit harian kamu.

Tahukah kamu kenapa bahan kulit terutama kulit sapi merupakan bahan yang paling populer dalam dunia fashion? Hal ini dikarenakan kulit memiliki nilai ekonomis paling tinggi. Selain itu kulit juga memiliki daya tahan yang cukup kuat dibandingkan bahan lainnya.

Kulit sapi pun bisa dikreasikan ke dalam berbagai produk mulai dari tas wanita, sepatu pria, tas kulit pria, ikat pinggang hingga jaket. Mau tahu kegunaan kulit sapi lainnya? Cek yuk! Berikut adalah kegunaan kulit sapi untuk fashion.

1. Sapi mudah ditemukan di mana-mana karena sapi bukan merupakan hewan yang dilindungi namun merupakan hewan yang banyak dikonsumsi oleh manusia.

2. Meskipun termasuk sama ke dalam kategori hewan yang dikonsumsi oleh manusia, bahan kulit sapi dapat dikatakan lebih kuat, tebal, dan kokoh bila dibandingkan dengan kulit kambing atau kulit domba.

3. Bahan kulit sapi merupakan bahan yang cukup tahan goresan bila dibandingkan dengan bahan kulit lainnya.

4. Warna bahan kulit sapi akan semakin matang dan cantik jika semakin lama digunakan.

5. Jika diperhatikan, tekstur dan permukaan kulit sapi seperti motif kerikil-kerikil kecil yang menarik.

6. Bahan kulit sapi merupakan bahan yang mudah dirawat dan dibersihkan karena tahan terhadap air dan debu.

7. Produk dengan bahan kulit sapi cenderung lebih tahan lama bisa berumur hingga puluhan tahun namun memang harganya lebih mahal bila dibandingkan dengan produk dari bahan lain.

8. Jika produk dengan bahan kulit sapi kamu dirawat dengan baik, tentu suatu saat kamu akan bisa menjualnya dengan harga yang tinggi.

9. Produk dengan bahan kulit sapi juga dapat dipadupadankan dengan outfit apapun karena bahan dan warna nya yang cenderung netral sehingga bisa kamu gunakan untuk acara kasual hingga acara formal sekalipun.

Ternyata ada banyak juga ya kegunaan kulit sapi untuk industri Fashion ^_^

Bisnis

Rincian Modal Usaha Untuk Ternak Lele

Kita sebagai orang Indonesia pasti sudah sangat familiar dengan ikan lele. Namun tahukah Anda bahwa ternyata Anda juga bisa loh memiliki ternak lele? Anda bisa menggunakannya untuk bisnis usaha rumahan atau untuk bisnis dalam skala lebih besar.

Penghasilan untuk ternak lele ini pun cukup menjajikan. Lele sendiri banyak disukai orang sebagai lauk pendamping nasi. Rasanya sendiri sangat gurih, renyah, dan enak. Berapa ya kira-kira modal yang dibutuhkan untuk memuat usaha ternak lele? Berikut adalah modal usaha untuk ternak lele.

1. Bibit lele.

Ada 2 cara untuk mendapatkan bibit lele yang kecil-kecil. Langkah pertama dengan mengawinkan benih lele jantan dan betina yang sudah besar dan dewasa. Langkah kedua dengan membeli benih lele di peternak lele langsung.

Harga benih lele di desa kecil biasanya mulai dari Rp 400 untuk ukuran 2cm. Anda memerlukan budget sekitar Rp 400 ribu jika ingin beternak 1000 lele.
2. Kolam.

Modal yang dibutuhkan berikutnya adalah kolam. Jika Anda beternak 1000 lele maka luas kolam yang dibutuhkan adalah 4mx6m. Kolam nya sendiri bisa Anda buat dari terpal plastik di harga sekitar Rp 500 ribu.

3. Makanan.

Salah satu tips untuk beternak ikan lele dumbo dan sangkuriang adalah memberi makan secara teratur dan disiplin. Misalnya tiga kali sehari. Pastikan Anda tidak telat dalam memberi makan lele karena jika diberi makan telat sedikit saja, maka lele akan menjadi kanibal dan memangsa satu sama lain. Harga pakan ikan lele biasanya sekitar Rp 600 ribu untuk 3 bulan.
Modal pendukung untuk berbisnis lele lainnya adalah sebagai berikut vitamin seharga Rp 150 ribu, biaya karyawan Rp 1 juta, harga ember Rp 20 ribu, harga gayung Rp 10 ribu, harga selan air Rp 60 ribu, dan biaya tak terduga Rp 200 ribu.

Estimasi untuk memulai usaha ini adalah sekitar Rp 3 juta. Tentu saja biaya ini hanya estimasi karena harga modal di setiap tempat berbeda-beda tergantung di mana lokasi Anda tinggal.